Syarat Doa Tata Cara Menguburkan Dan Mengkafani Jenazah

Syarat Doa Tata Cara Menguburkan Dan Mengkafani Jenazah – tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengurus jenazah secara baik dan benar sesuai dengan yang telah di syariatkan, apalagi jika belum pernah bersentuhan langsung sama sekali dengan pengurusan jenazah atau tidak pernah mengkaji kitab-kitab tentang hal tersebut maka pasti akan kewalahan. Memang dalam mengurus jenazah mulai dari memandikan mengkafani, mesnholatkan hingga menguburkan termasuk pekerjaan yang sulit sebab terdapat aturan-aturan yang mesti di penuhi dengan baik dan tata cara pelaksanaan yang khusus.

Serta di antara beberapa hal yang membuat tidak banyaknya orang yang ahli dalam pengurusan jenazah selain harus belajar dan langsung pengamalan juga aktivitas pengurusan jenazah ini tidak sering di laksanakan hanya pada waktu ketika ada yang meninggal saja, termasuk dari pengamalan tata cara dan niat sholat jenazah. Maka wajar saja jika tidak semua orang memahaminya dengan sempurna dalam pengurusan mayit terlebih lagi jarangnya orang yang mau bersentuhan langsung dengan jenazah karena adanya beberapa hal.

Akan tetapi di karenakan mengurus jenazah merupakan kewajiban orang yang masih hidup yang mana apabila sama sekali sengaja tidak ada yang mau mengerjakannya termasuk dosa, sehingga sangat penting untuk semua orang mengetahuinya meskipun orang yang tidak memiliki tugas dalam pengurusan jenazah sekali pun. Apalagi anak-anak muda harus benar-benar memahaminya karena suatu hari nanti akan menggantikan dan menjadi penerus yang masih bertugas sekarang, maka mau tidak mau harus di jalankan oleh para penerusnya.

Sekarang ini yang mendominasi dalam mengurus jenazah mulai dari memandikan hingga menguburkan rata-rata di pimpin oleh para tokoh agama, kiayi, ustadz dan santri, jarang masyarakat biasa yang memahaminya secara benar sehingga apabila ustadz tersebut ada halangan atau tidak bisa hadir maka kepengurusan jenazah pun akan terabaikan sebab mereka bingung harus bagaimana. Padahal kewajiban mengurus jenazah tidak hanya sebatas kewajiban seorang ustadz saja tetapi meliputi semua umat islam yang masih hidup.

Tata Cara Panduan Mengkafani Jenazah

Ukuran Kain Kafan Yang Digunakan Untuk Jenazah

Ukurlah lebar tubuh jenazah. Jika lebar tubuhnya 30 cm, maka lebar kain kafan yang disediakan adalah 90 cm. 1 : 3
Ukuran tinggi tubuh jenazah

1. Jika tinggi tubuhnya 180 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm.
2. Jika tinggi tubuhnya 150 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm.
3. Jika tinggi tubuhnya 120 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm.
4. Jika tinggi tubuhnya 90 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm.
5. Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan agar mudah mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya.

Tata Cara Mengkafani Jenazah laki-laki

Jenazah laki-laki dibalut dengan tiga lapis kain kafan. Berdasar dengan hadits.
“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas, tanpa ada baju dan serban padanya, beliau dibalut dengan 3 kain tersebut.

Cara mempersiapkan tali pengikat kain kafan
1. Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm.
2. Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. ( jumlah tali usahakan ganjil). Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah.
b. Cara mempersiapkan kain kafan.
3 helai kain diletakkan sama rata diatas tali pengikat yang sudah lebih dahulu , diletakkan diatas usungan jenazah, dengan menyisakan lebih panjang di bagian kepala.

Cara mempersiapkan kain penutup aurat
1. Sediakan kain dengan panjang 100 cm dan lebar 25 cm ( untuk mayyit yang berukuran lebar 60 cm dan tinggi 180 cm), potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi.
2. Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayyit, letakkan pula potongan kapas diatasnya.
3. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayyit.

Cara Memakaikan Kain Penutup Auratnya
1. Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh mayyit dengan wewangian atau sejenisnya. Bubuhi anggota-anggota sujud.
2. Sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakkan di lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan yang lainnya.
3. Letakkan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh, lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari sebelah kanan dan ikatlah dengan baik.

Cara Membalut Kain Kafan
1. Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan, balutlah dari kepala sampai kaki .
2. Demikian lakukan denngan lembaran kain kafan yang kedua dan yang ketiga.

f. Cara mengikat tali-tali pengikat.
1. Mulailah dengan mengikat tali bagian atas kepala mayyit dan sisa kain bagian atas yang lebih itu dilipat kewajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.
2. Kemudian ikatlah tali bagian bawah kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.
3. Setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak yang sama rata. Perlu diperhatikan, mengikat tali tersebut jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh, agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur.

Mengkafani Jenazah Wanita
Jenazah wanita dibalut dengan lima helai kain kafan. Terdiri atas : Dua helai kain, sebuah baju kurung dan selembar sarung beserta kerudungnya. Jika ukuran lebar tubuhnya 50 cm dan tingginya 150 cm, maka lebar kain kafannya 150 cm dan panjangnya 150 ditambah 50 cm.
Adapun panjang tali pengikatnya adalah 150 cm, disediakan sebanyak tujuh utas tali, kemudian dipintal dan diletakkan sama rata di atas usungan jenazah. Kemudian dua kain kafan tersebut diletakkan sama rata diatas tali tersebut dengan menyisakan lebih panjang dibagian kepala.

Cara mempersiapkan baju kurungnya
1. Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya, lalu ukuran tersebut dikalikan dua, kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut.
2. Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya.
3. Setelah dilipat dua, biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang, dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit, dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya ).lebar baju kurung tersebut 90 cm.
Cara mempersiapkan kain sarung
Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya.

c. Cara mempersiapkan kerudung.
Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung.
d. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.
1. Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm.
2. Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok.
3. Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya, letakkan juga potongan kapas diatasnya.
4. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya.

Cara melipat kain kafan
Sama seperti membungkus mayat laki-laki
Cara mengikat tali
Sama sepert membungkus jenazah laki-laki.

Catatan:
1. Cara mengkafani jenazah anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain.
2. Cara mengkafani jenazah anak perempuan yang berusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membaluatnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain.

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Mengubur jenazah di pekuburan lebih utama daripada di tempat khusus. Dalam membawa jenazah ke pekuburan disunnahkan menaruh posisi kepala di arah depan walaupun bukan arah kiblat.

Sedangkan lubang kubur, minimal harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya:

1. Bisa menutupi dari bau busuknya mayit dan bisa melindungi mayit dari binatang buas (tidak bisa digali dan dimakan binatang buas)

2. Berupa galian, tidak cukup jika berupa bangunan di atas tanah sekalipun bisa melindungi dari binatang buas.

Sedangkan yang paling utama yaitu membuat galian yang luas dan dalam setinggi orang normal berdiri dengan mengangkat tangannya ke atas atau sekitar 4 ½ dzira’ atau 2,25 M Galian ini bisa berbentuk dua macam yaitu :

Lahd, yaitu melubangi bagian bawah dari lubang kubur pada sisi arah kiblat setelah menggali sedalam 2,25 M. Ini lebih utama (afdol) di daerah dengan struktur tanah yang keras.

Syaq, yaitu membuat galian di tengah-tengah lubang kubur seperti galian sungai. Ini lebih utama(afdol) di daerah dengan struktur tanah yang gembur dan lunak.

Tata cara penguburan mayit yang paling sempurna dan sesuai dengan kesunahan adalah sebagai berikut :

Meletakkan jenazah sebelum dimasukkan ke liang kubur di posisi kaki kubur (sebelah selatan liang lahat).

Mengangkat jenazah, lalu diturunkan ke liang kubur dengan posisi kaki terlebih dahulu.

Dikubur tanpa memakai alas, bantal atau peti. Hukum menggunakan ini semua makruh kecuali dalam keadaan darurat seperti ketika lahatnya berair.

Orang yang masuk ke dalam liang lahat disunnahkan ganjil, afdolnya tiga orang.

Menutup liang kubur dengan kain ketika prosesi pemakaman supaya tidak terlihat aurat mayit jika terbuka.

Mayit diletakkan berbaring miring dan sisi tubuh bagian kanan (lempeng kanan) menempel di tanah, makruh bila menggunakan sisi tubuh bagian kiri. Adapun menghadapkan ke kiblat hukumnya wajib.
Sunnah bagi yang menguburkan mengucapkan :

“بسم الله وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم “

Melepas ikatan kafan mayit pada kepala mayit dan membuka kafan yang menutupi pipi mayit lalu menempelkannya ke tanah.
Meletakkan bantalan dari tanah (biasanya berbentuk bulat) pada bagian belakang tubuh mayit seperti belakang kepala dan punggung, kemudian menekuk sedikit bagian tubuh mayit ke arah depan supaya tidak mudah untuk terbalik atau menjadi terlentang.

Adzan dan iqomah dengan lirih, lalu menutup liang dengan papan sebelum ditutup dengan tanah dengan menaikkan sedikit urukan tanah setinggi jengkal.

Setelah proses penguburan selesai, berdiam sebentar untuk dibacakan talqin serta memperbanyak istighfar bagi mayit.

share

Related posts

Leave a Comment