Niat Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Dengan Gambarnya

Niat Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Dengan Gambarnya – hukum dari mengurus jenazah ini adalah sebuah kewajiban yang apabila sengaja tidak ada yng mau melaksanakannya maka umumnya orang islam terutama yang mengetahui dan yang ada di sekitarnya termasuk berdosa, baik itu mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan hingga menguburkannya sampai beres tertib dan benar sesuai yang di tentukan dalam syariat.

Memang dalam mengurus jenazah bukanlah perkara gampang bahkan apabila di lakukan oleh orang yang bukan ahlinya maka setidaknya akan kerepotan, karena dalam mengurus jenazah ada banyak hal yang perlu di pahami dan di perhatikan mulai dari kewajiban hingga kesunnahan-kesunnahannya. Dengan begitu wajar saja jika hanya sedikit orang yang memahaminya, apalagi mengurus jenazah ini tidak seperti ibadah lain yang di lakukan setiap hari, sebab mengurus jenazah hanya di lakukan ketika ada orang yang meninggal saja.

Sebenarnya sebagian pembahasan mengenai pengurusan jenazah seperti tata cara menguburkan jenazah sudah pernah kami bahas pada artikel sebelumnya akan tetapi, lupa tidak di sertai dengan tata cata niat memandikannya, padahal ini juga termasuk hal yang penting untuk di ketahui sebab memandikan jenazah tidak sama dengan mandi pada umumnya yang hanya sekedar untuk membersihkan dan menyegarkan saja, akan tetapi pada jenazah ada banyak hal yang harus di penuhi mulai dari berapa kali basuhan, bagaimana cara membasuhnya, mulai dari serta apa saja sabun yang di pakai.

Memandikan jenazah juga bisa di bilang sulit bagi yang belum pernah mengerjakannya, bahkan meskipun mereka tahu tata caranya dari pengajian tetapi jika belum pernah mencobanya pasti akan sedikit kesulitan. Sehingga dengan begitu dalam hal memendikan jenazah ini tidak hanya cukup memahami aturannya saja tetapi juga harus di sertai pengamalan agar lebih benar-benar memahaminya. Caranya bisa ikut serta dengan mereka yang sudah ahli ketika akan memandikan jenazah lalu lihat bgai mana caranya dan lain sebaginya.

Lalu bagaimana tata cara dari memandikan jenazah yang sempurna sesuai dengan yang sudah di syariatkan dalam agama, untuk itu kami di sini mencoba menulis semua panduannya dengan secara ringkas agar mudah di pahami dengan baik oleh orang yang meu mengetahuinya. Termasuk akan di bahas juga tetang bagaimana kesopanan dalam memandikan jenazah yang baik dan benar serta apa saja yang harus di gunakan selain air misalnya wewangian atau sabun dan sejenisnya. Selengkapnya mari sama-sama simak di bawah ini.

Tata Cara memandikan Jenazah

دخل علينا النبي صلى الله عليه وسلم، ونحن نغسل ابنته (زينب)، فقال: اغسلنها ثلاثا، أو خمسا أو أكثر من ذلك، إن رأيتن ذلك…الحديث

“Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam memasuki tempat kami, sedangkan kami tengah memandikan jenazah anak beliau (yaitu Zainab). Maka beliau bersabda: “Mandikanlah dia dengan tiga atau lima atau lebih jika hal itu diperlukan…” (HR. Bukhori dan Muslim)
Adapun beberapa hal penting yang berkaitan dengan memandikan jenazah yang perlu diperhatikan yaitu:

Orang yang utama memandikan jenazah
Untuk mayat laki-laki

Orang yang utama memandikan dan mengkafani mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkannya, kemudian bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya dan istrinya.

Untuk mayat perempuan

Orang yang utama memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya,keluarga terdekat dari pihak wanita serta suaminya.

Untuk mayat anak laki-laki dan anak perempuan

Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikannya.

Jika seorang perempuan meninggal sedangkan yang masih hidup semuanya hanya laki-laki dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup hanya perempuan saja dan dia tidak mempunyai istri, maka mayat tersebut tidak dimandikan tetapi cukup ditayamumkan oleh salah seorang dari mereka dengan memakai lapis tangan.[3] Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, yakninya:

اذ ما تت ا لمر أ ة مع ا لر جا ل ليس معحم ا مر أ ة غير ها و ا لر جل مع النسا ء ليس معهن ر جل غيره فأ نهما ييممان و يد فنا ن و هما بمنز لة من لم يجد ا لما ء (رواه ه بو داود و ا لبيحقى)

Artinya: “Jika seorang perempuan meninggal di tempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal di tempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan, karena kedudukannya sama seperti tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Syarat bagi orang yang memandikan jenazah

a.Muslim, berakal, dan baligh
b.Berniat memandikan jenazah
c.Jujur dan sholeh
d.Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan mayat dan memandikannya sebagaimana yang diaajarkan sunnah serta mampu menutupi aib si mayat.

Mayat yang wajib untuk dimandikan
Mayat seorang muslim dan bukan kafir

b.Bukan bayi yang keguguran dan jika lahir dalam keadaan sudah meninggal tidak dimandikan
c.Ada sebahagian tubuh mayat yang dapat dimandikan
d.Bukan mayat yang mati syahid

Tatacara memandikan jenazah

hal-hal yang perlu dipersiapkan
1.Sediakan tempat mandi.
2.Air bersih.
3.Sabun mandi.
4.Sarung tangan
5.Sedikit kapas.
6.Air kapur barus.
Cara memandikan
1.Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan.
2.Yang memandikan jenazah hendaklah memakai sarung tangan.
3.Air bersih
4.Sediakan air sabun.
5.Sediakan air kapur barus.
6.Istinjakkan mayat terlebih dahulu.
7.Kemudian bersihkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kaki dan rambutnya.
8.Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan perutnya secara perlahan-lahan.
9.Siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga.
10.Kemudian siram dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat :
Lafaz niat memandikan jenazah lelaki :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذَاالْمَيِّتِ للهِ تَعَالَى

Lafaz niat memandikan jenazah perempuan :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ للهِ تَعَالَى

11.Siram atau basuh dari kepala hingga ujung kaki 3 kali dengan air bersih.
12.Siram sebelah kanan 3 kali.
13.Siram sebelah kiri 3 kali.
14.Kemudian memiringkan mayat ke kiri basuh bahagian lambung kanan sebelah belakang.
15.Memiringkan mayat ke kanan basuh bahagian lambung sebelah kirinya.
16’Siram kembali dari kepala hingga ujung kaki.
17.Setelah itu siram dengan air kapur barus.
18.Setelah itu jenazahnya diwudukkan .

Niat mewudhukan jenazah laki – laki

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Niat mewudhukan jenazah perempuan

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Niat memandikan jenazah

Niat memandikan jenazah laki – laki

نَوَيْتُ الْغُسْلِ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Niat memandikan jenazah perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلِ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Cara mewudukkan jenazah ini yaitu dengan mencucurkan air ke atas jenazah itu mulai dari muka dan terakhir pada kakinya, sebagaimana melaksanakan wuduk biasanya. Jenazah lelaki hendaklah dimandikan oleh lelaki dan mayat wanita hendaklah dimandikan oleh perempuan.

Setelah selesai dimandikan dan diwudukkan dengan baik, dilap menggunakan lap pada seluruh badan mayat.

share

Related posts

Leave a Comment