Hadits Tentang Amalan Teks Bacaan Doa Sayyidul Istighfar

Hadits Tentang Amalan Teks Bacaan Doa Sayyidul Istighfar | Ketika ada seorang muslim melakukan kesalahan maka biasanya dia akan langsung keluar dari bibirnya bacaan lapadz “astaghfirullahaladzim” karena memang teks yang satu ini paling mudah dan pasti di ketahui oleh semua umat islam, bahkan anak-anak sekalipun.

Lalu apa dan yang bagaimana bacaan dari sayyidul istighfar apakah bacaannya sama seperti di atas atau memang masih ada lagi bacaan lainnya. Memang ada banyak nama bacaan istighfar yang umum di amalkan oleh kalangan umat islam dalam kesehariannya dan salah satunya yaitu sayyidul istighfar atau penghulu istighfar bahkan ada yang menyebut rajanya istighfar, lihat saja namanya juga sayyidul maka sudah pasti paling di utamakan.

Sayyidul istighfar adalah beberapa kalimat-kalimat istighfar yang di dalamnya berisikan tentang kesaksian hamba kepada tuhan sang pencipta, pengakuan nikmat dan dosa. Karena itulah mengapa sayyidul istighfar ini memiliki posisi paling utama jika di banding dengan istighfar lainnya, bobot dan keindahan lafadznya mampu memberikan keutamaan yang luar biasa bagi si pembacanya, apalagi jika di amalkan setiap hari sehabis sholat wajib atau sunnah misal ketika membaca doa sholat dhuha dan yang lainnya.

Hadits Tentang Amalan Teks Bacaan Doa Sayyidul Istighfar

Keutamaan atau keitimewaan yang ada pada teks sayyidul istighfar, bukan lah datang dari sumber yang sembarangan namun langsung tertera dalam sebuah hadits yang mana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaddad bin Aus, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga. Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga.

tidak dapat di pungkiri apalgoi bagi orang yang beriman bahwa sesungguhnya bacaan-bacaan istighfar atau permohonan pengampunan harus senan tiasa di lakukan setiap saat, tidak hanya ketika ingin di ampuni dosa atau mengharapkan masuk surga tetapi juga harus senantiasa di amalkan ketika terjadi suatu bencana besar misalnya ketika ada kemarau panjang atau hal sejenisnya sebagai mana tercantum dalam al-qur’an suran Nuh ayat 10-12 yang bunyinya.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (
12

Artinya: Maka aku katakan kepada mereka; Mohonlah ampun kepada Robbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.

Lalu bagai mana mengenai bacaan sayyidul istighfar apakah sama dengan yang biasa di ucapkan yaitu “astaghfirullohaladzim”. Nah dalam hal ini memang teks dari bacaan sayyidul istighfar bisa di katakan cukup panjang, bahkan bagi yang baru mengetahui, mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk menghafalnya apalagi jika ingin memehami beserta artinya. Dan untuk bacaan selengkapnya langsung lihat di bawah ini.

Bacaan Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta khalaqtani. Wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘udzu bika min syarri ma shana‘tu. Abu’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbi. Faghfirli. Fa innahu la yaghfirudz dzunûba illa anta.

Artinya : Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.

share

Related posts

Leave a Comment